Untung-Rugi Ber investasi Emas
Alasan menyimpan emas sebagai
investasi jangka panjang sangat wajar,
karena apa pun masalah yang dialami
suatu bangsa atau negara, logam mulia
tersebut tetap menunjukkan
kekuatannya.
Sebagai ilustrasi, harga emas pada 1996
hanya berkisar Rp26.000/gram dan
sampai pertengahan 1997 harga emas
masih sekitar Rp27.000/gram. Namun
mulai akhir 1997 harga emas melonjak
drastis sampai Rp75.000/gram.
Pertengahan 1998 harga emas sudah
menembus Rp145.000/gram.Dalam
waktu 10 tahun kemudian, yaitu 2008,
harga emas telah mencapai Rp270.000/
gram.
Umumnya harga Emas akan naik apabila
inflasi lebih tinggi daripada yang
diperkirakan semula, terjadinya
kepanikan finansial, perkembangan
geopolitik yang mengarah ke Krisis,
harga minyak mengalami kenaikan
signifikan, naiknya permintaan emas
untuk cadangan devisa, dan naiknya
konsumsi emas dunia.
Keuntungan investasi emas adalah
nilainya yang cenderung stabil
menjadikannya sangat bermanfaat
untuk pengeluaran rumah tangga
jangka panjang seperti biaya naik haji
atau pendidikan anak.
Berinvestasi emas juga tidak perlu
memiliki ketrampilan apa-apa, hanya
butuh sedikit biaya untuk menyewa safe
deposit box atau disimpan ditempat
yang aman di rumah. Berbeda dengan
investasi lainnya seperti saham,
reksadana, dan lainnya yang
memerlukan perhatian khusus.
Selain itu, emas lebih menguntungkan
karena emas setelah dibeli dapat
didiamkan saja beberapa lama,
sementara memiliki mata uang dollar AS
harus selalu diperbarui money changer di
Indonesia umumnya menghargai murah
mata uang keluaran lama atau mata
uang yang terlipat.
Kekurangan investasi emas adalah
menyimpan emas dalam jumlah banyak
relatif berisiko dan mahal, karena apabila
penyimpanan kurang baik, walau
dibungkus protective cover,
memungkinkan terjadinya oksidasi dan
perubahan warna.
Selain itu, return-nya relatif stabil dan
kalah menggairahkan bila dibandingkan
dengan saham atau properti, terutama
untuk jangka pendek.
investasi jangka panjang sangat wajar,
karena apa pun masalah yang dialami
suatu bangsa atau negara, logam mulia
tersebut tetap menunjukkan
kekuatannya.
Sebagai ilustrasi, harga emas pada 1996
hanya berkisar Rp26.000/gram dan
sampai pertengahan 1997 harga emas
masih sekitar Rp27.000/gram. Namun
mulai akhir 1997 harga emas melonjak
drastis sampai Rp75.000/gram.
Pertengahan 1998 harga emas sudah
menembus Rp145.000/gram.Dalam
waktu 10 tahun kemudian, yaitu 2008,
harga emas telah mencapai Rp270.000/
gram.
Umumnya harga Emas akan naik apabila
inflasi lebih tinggi daripada yang
diperkirakan semula, terjadinya
kepanikan finansial, perkembangan
geopolitik yang mengarah ke Krisis,
harga minyak mengalami kenaikan
signifikan, naiknya permintaan emas
untuk cadangan devisa, dan naiknya
konsumsi emas dunia.
Keuntungan investasi emas adalah
nilainya yang cenderung stabil
menjadikannya sangat bermanfaat
untuk pengeluaran rumah tangga
jangka panjang seperti biaya naik haji
atau pendidikan anak.
Berinvestasi emas juga tidak perlu
memiliki ketrampilan apa-apa, hanya
butuh sedikit biaya untuk menyewa safe
deposit box atau disimpan ditempat
yang aman di rumah. Berbeda dengan
investasi lainnya seperti saham,
reksadana, dan lainnya yang
memerlukan perhatian khusus.
Selain itu, emas lebih menguntungkan
karena emas setelah dibeli dapat
didiamkan saja beberapa lama,
sementara memiliki mata uang dollar AS
harus selalu diperbarui money changer di
Indonesia umumnya menghargai murah
mata uang keluaran lama atau mata
uang yang terlipat.
Kekurangan investasi emas adalah
menyimpan emas dalam jumlah banyak
relatif berisiko dan mahal, karena apabila
penyimpanan kurang baik, walau
dibungkus protective cover,
memungkinkan terjadinya oksidasi dan
perubahan warna.
Selain itu, return-nya relatif stabil dan
kalah menggairahkan bila dibandingkan
dengan saham atau properti, terutama
untuk jangka pendek.
0 komentar:
Posting Komentar