Meski Harga Tinggi, Emas Masih Tetap Diburu
Harga emas yang
semakin melambung tidak menyurutkan
hasrat orang-orang untuk terus
memburunya sebagai tempat investasi.
Padahal harga emas 24 karat sekarang
sudah mencapai sekitar Rp 420 ribu per gram.
Salah satu pedagang emas di pasar Pondok
Labu, Doddy Setiawan mengaku, harga emas
sekarang sedang naik-turun, tetapi dia
memperkirakan harga tersebut akan
semakin melonjak.
"Ke depannya akan naik terus, tergantung
ekonomilah," katanya.
Harga emas pun, kata Doddy, dapat berubah
seiring berjalannya waktu, tidak hanya
harian, bahkan naik turunnya harga emas
dapat terjadi dalam hitungan jam.
"Pasaran per jam, sekarang beda entar sore
beda," ujarnya.
Doddy mengungkapkan, harga emas saat ini
memang terjadi penurunan, tapi penurunan
yang terjadi tidak terlalu besar, hanya
sekitar Rp 10.000 per gram untuk masing-
masing jenis dan kadar emas.
"Bulan kemarin bedanya cuma kisaran Rp 10
ribu saja lebih mahal," tuturnya.
Dari pengamatan detikFinance, ada 3 orang
pembeli yang membeli emas di toko Doddy.
Selain itu, sekitar 4 orang datang ke toko
Doddy hanya sekadar melihat dan bertanya
harga. Di toko emas lain di Pasar Pondok
Labu juga banyak orang yang sedang
membeli emas.
Tingginya harga emas diyakini Doddy juga
mendorong orang-orang untuk menjual emas
dan meraup keuntungan investasinya. Dari
pengakuan Doddy, banyal orang yang
menjual emasnya untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Ada juga yang
menjual emas untuk melanjutkan pendidikan
anaknya mengingat sebentar lagi akan
memasuki tahun ajaran baru.
"Pasti ada yang jual emas dalam sehari, ya
biasanya ada seorang. Jual emas sampai ada
yang Rp 5 juta juga ada. Waktu itu pernah
sampai ada 5 surat. Mau duit buat bikin rumah,
sama mau kuliah katanya," papar Doddy.
Seperti diketahui, emas perhiasan menjadi
juara inflasi di Mei 2011. Kenaikan harga emas
dunia terus memicu kenaikan harga emas
perhiasan dan ini memicu laju inflasi meskipun
bobotnya kecil dibandingkan dengan bahan
makanan pokok.
Sumber : detikfinance
semakin melambung tidak menyurutkan
hasrat orang-orang untuk terus
memburunya sebagai tempat investasi.
Padahal harga emas 24 karat sekarang
sudah mencapai sekitar Rp 420 ribu per gram.
Salah satu pedagang emas di pasar Pondok
Labu, Doddy Setiawan mengaku, harga emas
sekarang sedang naik-turun, tetapi dia
memperkirakan harga tersebut akan
semakin melonjak.
"Ke depannya akan naik terus, tergantung
ekonomilah," katanya.
Harga emas pun, kata Doddy, dapat berubah
seiring berjalannya waktu, tidak hanya
harian, bahkan naik turunnya harga emas
dapat terjadi dalam hitungan jam.
"Pasaran per jam, sekarang beda entar sore
beda," ujarnya.
Doddy mengungkapkan, harga emas saat ini
memang terjadi penurunan, tapi penurunan
yang terjadi tidak terlalu besar, hanya
sekitar Rp 10.000 per gram untuk masing-
masing jenis dan kadar emas.
"Bulan kemarin bedanya cuma kisaran Rp 10
ribu saja lebih mahal," tuturnya.
Dari pengamatan detikFinance, ada 3 orang
pembeli yang membeli emas di toko Doddy.
Selain itu, sekitar 4 orang datang ke toko
Doddy hanya sekadar melihat dan bertanya
harga. Di toko emas lain di Pasar Pondok
Labu juga banyak orang yang sedang
membeli emas.
Tingginya harga emas diyakini Doddy juga
mendorong orang-orang untuk menjual emas
dan meraup keuntungan investasinya. Dari
pengakuan Doddy, banyal orang yang
menjual emasnya untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari. Ada juga yang
menjual emas untuk melanjutkan pendidikan
anaknya mengingat sebentar lagi akan
memasuki tahun ajaran baru.
"Pasti ada yang jual emas dalam sehari, ya
biasanya ada seorang. Jual emas sampai ada
yang Rp 5 juta juga ada. Waktu itu pernah
sampai ada 5 surat. Mau duit buat bikin rumah,
sama mau kuliah katanya," papar Doddy.
Seperti diketahui, emas perhiasan menjadi
juara inflasi di Mei 2011. Kenaikan harga emas
dunia terus memicu kenaikan harga emas
perhiasan dan ini memicu laju inflasi meskipun
bobotnya kecil dibandingkan dengan bahan
makanan pokok.
Sumber : detikfinance
0 komentar:
Posting Komentar